selasa, 2 oktober 2012, Bussiness Law 2016 01 PA2. pergi ke suatu tempat untuk bersenang-senang, melepas penat, dan segalanya. dan pertama kali pulalah aku ikut dalam hal ini. bahagia? tentu. tawa dan canda ada di sana. aku pun larut di dalamnya. namun tiba-tiba saja, kesedihan dan trauma 6 tahun lalu hadir dibenakku. seketika mengguncang batinku begitu hebatnya.
aku mencoba mengalihkannya. dengan berbagai cara. namun rupanya semakin dalam dan batinku semakin sakit. ya tuhan, kenapa hal ini terjadi disaat aku sedang bahagia dengan mereka? kontan aku mencoba ke tepi pantai yang cantik, menyendiri, dan merenungi semuanya. namun aku merasa semuanya sia-sia. malah bertambah dalam rasa sakit itu. aku mencoba kembali, ke dalam suasana bahagia itu. dan ternyata semua tak berpengaruh apa-apa. dan sialnya salah satu dari mereka menyadari hal ini.............
"shin, lo kenapa? lo baik-baik aja kan?" katanya.
"apa gue seperti keliatan abis nangis?" ujarku memancing.
"lo nangis kenapa shin?" tanyanya lagi.
sebuah basa-basi yang menyayat hati. aku hanya ingin memilih diam. meskipun kemungkinan kecil untuk bisa tersenyum saat itu. aku duduk sendiri bersama lilin yang menyinari malam kala itu. aku menatap lilin dan gatau kenapa, aku capek memendam semuanya. dan lagi-lagi orang yang sama bertanya lagi. kali ini hampir banyak yang bertanya tentang keadaanku saat itu........
"lo kenapa shin? cerita sama kita." katanya lagi.
"iya shin kita lagi senang-senang, masa lo sedih." katanya lagi
dialah salma, orang yang memang dari tadi menanyakan hal itu. aku malah bingung kenapa dia yang nanya. gak salah sih. cuma ya..........gitulah. semakin banyak yang bertanya, akhirnya aku pun memulai cerita..............
"gue cuma keinget masa-masa 6 tahun aja. gue gamau disaat kaya gini, tiba-tiba kehilangan semuanya, kehilangan kalian, dan apapun. gue.......gue punya pengalaman pahit tentang ini. makanya gue takut ini kejadian lagi. gue capek!" kataku jujur.
disitulah puncak segalanya. aku diam. menenangkan diri dan emosi. semua menghiburku dengan segala cara. dan aku menghargai itu. salah satu dari mereka bilang gini:
"shin, semua kembali ke diri lo shin. gue juga pernah ninggalin sahabat gue. dan sekarang gue nyesel. dari situ gue janji buat gak kaya gitu lagi. jangan nginget masa lalu terus. kita 4 tahun dan kita bakal jadi keluarga." katanya dengan nada bijaksana.
keluarga? kata-kata yang klise bagiku saat itu. jengah aku dengar kata-kata itu dari dulu. karena aku gak pernah ngerasa ada kedekatan batin karenanya. namun aku gak boleh kaya anak kecil. inget, umur udah 18 tahun. umur awal mula kuliah. akhirnya aku hanya bilang gini sama mereka.
"Jangan pernah ninggalin temen kalian karna 3 hal: kelemahan, fisik, dan hasutan. itu jahatnya kebangetan." kataku saat itu.
3 hal itulah yang membuatku kehilangan semuanya dan menjadi anak penyendiri. ya, semoga omongan mereka bisa dibuktikan dalam hitungan hari, bulan, dan tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar